Minggu, 15 April 2012

laporan praktikum agroklimatologi


ACARA 1
PENEGENALAN ALAT PENGUKUR LAMA PENYINARAN MATAHARI
SUHU UDARA DAN SUHU TANAH
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar  Belakang
Matahari adalah sumber energi bagi peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam atmosfer yang penting bagi sumber kehidupan. Sinar matahari merupakan unsure yang sngat penting dalam bidang pertanian. Pertama, cahaya merupakan sumber energi ibagi tanaman hijau yang melalui proses fotosintesis diubah menadi tenaga kimia. Kedua, sinar matahari memegang peranan penting sebagai sumber energi dalam proses evaporasi yang menentukan kebutuhan air tanaman.
Bagian dalam matahari mempunyai suhu jutaan derajat kelvin, dengan suhu permukaan 6000 K. Dengan  suhu tersebut, radiasi yang dipancarkan berupa gelombang elektromagnetik sebesar 37,5 juta watt/m2 permukaan matahari. Radisi yang sampai dipuncak atmosfer rata-rata 1360 w/m2, dan yang sampai kepermukaan bumi hanya sekitar setengahnya, karena sebagian diserap dan dipantulkan kembali keangkasa luar oleh atmosfer ( khususnya awan ). Radiasi yang sampai kepermukaan bumi juga mengalami pemantulan kembali keangkasa luar sebesar 30%.
Lama penyanaran ialah lamanya surya bersinar sampai kepermukaan bumidalam priode satu hari, diukur dalam jam. Lamanya penyinaran akan berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup misalnya pada manusia dan hewan. Juga akan berpengaruh terhadap metabolism yang berlangsung pada tubuh makhluk hidup, mislnya pada tumbuhan. Penyinaran yang lebih lama akan memberi kesempatan yang lebih besar bagi tumbuhan tersebut untuk memanfaatkannya melalui proses fotosintesis.
Suhu mempunyai pengaruh yang dominan terhadap perumbuhan dan perkembangan tanaman terutama berpengruh terhadap perkembangan akar, laju penyerarapan air, dan unsure hara, perkenbangan daun, produksi bahan kering dan rasio akar dan bagian atas tanaman, dan kualitas serta kuantitas hasil panen. Maka dari itu kita perlu untuk mempelajari pengaruh suhu terhadap kehidupan.


B.      Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah agar dapat memahami pengaruh lamanya penyinaran matahari, suhu udara dan suhu tanah tehadap tanaman dan juga dapat mengetahui cara kerja dari masing-masing alat yang digunakan untuk mengukur lama penyinaran matahari, suhu udran dan suhu tanah.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

            Fotoperiodisme merupkan tanggapan tanaman terhadap panjang hari. Jadi disini bukanlah intensitas cahaya yang penting tetapi lama penyanaran oleh matahari. Lamanya penyinaran matahari berpengaruh terhadap kemampuan tanaman untuk menghasilkan bagian naman yaitu kemampuan untuk berbunga. Di alam banyak tanaman tidak menghasilkan bunga apabila panjang hasilnya kurang dari yang seharunya dibutuhkan tanaman. ( Subroto, 1999 )
            Radiasi surya yang dipancarkan keperukaan bumi merupakan gelombang pendek dan selanjutnya sebagian energy diteruskan kedalam tanah (bumi) dan energy radiasi gelombang panjang yang dipancarkan diserap atmosfer bumi dan sebagian lainnya akan diteruskan keluar sistem atmosfer bumi.
            Alat ukur radiasi memegang peran yang sangat penting dalam setiap kegiatan yang memanfaatkan radiasi. Dengan alat ini setiap pekerja dapat mengetahui tingkat radiasi ditempat kerja dan dapat mengambil tindakan yang paling tepat untuk menghindari terjadinya penerimaan dosis yang berlebihan. (Sukartono, dkk. 2006)
            Secara umum alat untuk mengukur suhu dikenal dengan nama thermometer. Sedangkan alat pengukur suhu otomatis yang menggunakan kertas pias sebagai perekam datanya disebut termograf. Termograf adalah tempat pencacatan data tersebut (kertas pias). Dengan kemajuan teknologi dibidang elektronika tidak lagi menggunakan kertas pias tetapi data tersebut direkam pada penyimpanan data elektronik. (Fahry.2010)
            Suhu dipermukaan bumi ini menurun dengan bertambahnya ketinggian dan sebaran suhu dipermukaan bumi ini dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain: (1) jumlah radiasi yang diterima perhari, permusim, dan pertahun. (2) pengaruh daratan dan lautan. (3) pengruh lintang; (4) pengaruh elevasi, dan (5) pengaruh angin. (Kartasaputra, 1988)
            Suhu tanah juga dipengaruhi oleh jumlah serapan radiasi matahari oleh permukaan bumi. Pada siang hari suhu permukaan tanah akan lebih tinggi dibandingkan suhu pada lapisan yang lebih dalam. Hal ini disebabakan karena permukaan tanah akan menyerap radiasi matahari secara langsung pada siang hari, baru kemudian panas akan dirambatkan kelapisan yang lebih dalam secara konjuksi. (Anonim,2011)
BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM
A.      Waktu dan tempat praktikum
Praktikum agroklimatologi dilaksanakan pada hari kamis pukul 16.00 WITA sampai selesai pada tanggal 18 november 2011 di laboraturium Fisika dan Koservasi Tanah, kampus lama Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.
B.      Alat dan Bahan Praktikum
Adapun alat dan bahan dalam praktikum  ini yaitu alat tulis menulis, kamera, kertas pias tipe Jordan, pengukur lama penyinaan tipe Jordan, kertas pias tipe campbellstokes, thermometer ruangan,thermometer selubung logam, dan water pass.
C.      Prosedur kerja
1)      Didengarkan  penyampaian materi yang dijelaskan oleh co.asst.
2)      Dicatat hasil dari materi yang telah dijelaskan oleh co.asst.
3)      Difoto bahan-bahan yang telah dijelaskan oleh co.asst

BAB IV
HASIL PENGAMATAN
A.   
B.       Bagian-Bagian Alat
1.      kertas pias tipe Jordan
Adapun bagian-bagian dari kertas pias ini adalah celah sinar dan garis penunjuk waktu dimana jarak waktu antara garis tebal dengan garis tebal yaitu satu jam sedangkan garis tipis dengan garis tipis yaitu 10 menit.

2.      Kertas pias tipe Campbell stokes
Bagian-bagian dari kertas pias tipe Campbell stokes ini yaitu terdapat garis penunjuk waktu dan lubang bekas sinar matahari.
3.      Alat pengukur lama penyinaran matahari tipe Jordan.
Adapun bagian-bagian dari alat ini yaitu terdapat cela sinar, silinder Jordan, tutup silinder Jordan, pengatur inklinasi (kemiringan), dasar alat, serta kaki penyangga.
4.      Waterpass
Alat ini terdiri dari bagian kayu yang digunakan sebagai acuan posisi kedataran suatu tempat.
5.      Termometer ruangan
Thermometer ini terdiri dari bagian-bagianyang umunya sudah dikenal seperti Skala Celcius (C), Skala Fahrenheit (F) dan air raksa.
6.      Thermometer tanah selubung logam
Adapun bagian-bagian dari thermometer ini yaitu terdapat penutup selubung, selubung thermometer, celah pembaca, lubang kaca serta ujung selubung.
C.      Fungsi dan cara pemasangan
1.      Kertas pias tipe Jordan
Kertas pias ini menunjukan lamanya penyinaran matahari dalam sehari. Kertas ini dilengkapi dengan skala berupa garis-garis yang menunjukan waktu dalam jangka 1 jam dan gaaris tipis di antara garis tebal menunjukan jangka waktu 10 menit. Untuk pemasangannya yaitu dengan menggulung kertas tersebut dan dimasukkan kea lat pengukur tipe Jordan.
2.      Kertas pias tipe Campbell stokes
Berfungsi untuk menunjukkan lamanya peyinaran matahari dalam sehari atau 24 jam. Kertas ini dimasukkan ke dalam alat pengukur lama penyinaran surya tipe Campbell stokes.
3.      Pengukur lama penyinaran lama matahari tipe Jordan
Alat ini berfungsi sebagai alat pengukur lamanya sinar matahari. Alat ini dipasang di lapangan yang tidak adda penghalang yang tidak dapat menghalangi sinar matahari. Atur kedudukan alat sedemikian rupa sehingga sumbutengah silinder Jordan sejajar dengan bidang tengah bumi, dan tutup siln der harus menghadap kearah bidang equator.
4.      Waterpass
Alat ini berfungsi mengatur kedataran posisi suatu tempat atau alat, misalnya digunakan pada alat pengukur tipe Jordan.
5.      Thermometer Ruangan
Digunakan untuk mengukur suhu suatu tempat (ruangan). Cara penggunaannya yaitu dengan meletakkan alat tersebut pada suatu tempat atau ruangan yang ingin diukur suhunya dan alat tersebut akan bekerja sendiri dan menunjukkan skala atau suhu tempat tersebut.
6.      Thermometer Tanah Selubung Logam
Alat ini berfungsi khusus untuk menentukan suhu suatu tanah. Alat ini digunakan dengan cara ditancapkan kedalam tanah dan didiamkan selama 5 menit kemudian dibuka sekala yang ditunjukkan oleh thermometer tersebut.

 
BAB V
PEMBAHASAN
            Pada praktikum kali ini telah dibahas beberapa jenis alat untuk mengukur beberapa unsure iklim seperti; lama penyinaran matahari, suhu udara dan suhu tanah. Adapun alat-alattersebut yaitu; kertas pias tipe Jordan, kertas pias tipe compbell stokes, pengukur lamanya penyinaran matahari tipe Jordan, tempratur ruangan dan tempratur tanah selubung logam.
            Kertas pias tipe Jordan merupakan alat yang digunakan untuk mengkur lamanya penyinaran matahari, adapun bagian bagiannya yaitu culah sinar dan garis penunjuk waktu di mana jarak waktu antara garis tebal dengan garis tebal yaitu satu jam, sedangkan garis tipis dangan garis tipis adalah 10 menit. Kertas pias ini dimasukkan kedalam alat pengukur tipe Jordan dengan cara di gulung dan meletakkan celah sinar secara tepat. Alat ini dipasang pada daerah yang tidak ada penghalang masuknya sinar matahari. Biasanya pada alas alat ini dilrtakkan wterpass yang digunakan untuk mengatur posisis kedtaran sustu tempat.
            Secara umum alat untuk mengukur suhu dikenal dengn nama thermometer. Untuk thermometer tanah selubung logam dapat digunakan untuk mengukur suhu tanah. Alat ini digunakan dengan cara ditancapkan kedalam tanah umumnya 5cm, 10cm, atau 50cm, diamkan selama 5 menit kemudian dibaca skala yang ditunjukkan oleh thermometer tersebut.
            Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan hewan sangat tergan tung pada lingkungan tanah dan iklim. Secara umum dapat dikatakan bahwa melalui klimatologi, manisia akan dpat secara cermat dan bijaksana untu memanfaatkanmengenai sifat-sifat cuaca/iklim untuk membangun siasat dan strategi-strategi pengolahan pertanian agar mendapatkan produk (kualitas dan kuantitas) yang baik. Beberapa manfaat klimatologi dalam bidang pertanian adalah dapat dijelaskan sebagai berikut, misalnya:
·         Pemilihan jenis tanaman yang tepat untuk wilayah tertentu atau pemilihan wilayah yang tepat untuk pengusahaan tnaman tertentu. Dalam menentukan kecocokan suatu lahan untuk mengembangkan tanaman tertentu maka secara aspek biofisik lahan dalam hal ini termasuk variable tanah dan iklim mutlak diperlukan.
·         Percobaan- percobaan agronomi khususnya dilapangan (uji varietas, pemupukan, jarak tanam dll) memerlukan data-data penunjang iklim yang lengkap.
·         Penerapan teknik budidaya tanaman/ pengaturan cara bertanam yang tepat teramsuk strategi pengendalian hama dan penyakit tanaman juga membutuhkan informasi/ data-data iklim (misalnya suhu, suhu curah hujan, dan angin)


BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A.      Kesimpulan
1.      Alat untuk mengukur lamanya penyinaran sinar matahari yaitu tipe Jordan, tipe Campbell stokes, tipe Marvin, dan tipe Foster.
2.      Alat untuh mengukur suhu udara ( ruangan) yaitu thermometer sedangkan alat untuk mengukur suhu tanah disebut thermometer tanah.
3.      Secara umum klimatologi sangat bermanfaa dibidang pertanian misalnya pemilihan jenis tanaman yang tepat untuk wilayah tertentu.
B.      Saran
·         Diharapkan kepada praktikan agar lebih serius dalam mengikuti praktikum.



ACARA II
PENGUKURAN KELEMBABAN NISBI UDARA
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam budidaya pertanian, iklim merupaknan sumberdaya alam yang perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam usaha peningkatan peoduksi tanaman. Pada hal ini shu dan kelembaban memainkan perannan penting dalam pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman sejak dari fase perkecambahan/ pertumbuhan tunas hingga fase produksi. Ketika tanah dalam keadaan lembab, maka suhu tanah merupakan faktor lingkungan yang dominan yang menentukan laju perkecambahan, pertumbuhan bibit, dan perkembangan akar. Banyak kajian-kajian pustaka yang mengungkap pengaruh suhu (baik suhu tanah maupun suhu atmosfer sekitar tanaman) tehadap aktivitas pertumbuhan dan perkembangan tanaman diantaranya adalah perkembangan akar, laju penyerapan air dan unsur hara, perkembangan daun, produksi bahan kering, rasio akar dan bagian atas tanaman, dan kualitas serta kuantitas hasil panen. Akan tetapi secara umum dapat dikumandangkan bahwa laju pertumbuhan tanaman meningkat dan menurun seiring dengan naik turunnya suhu sampai suhu optimum.
Kisaran suhu yang disukai sebagian besar tanaman umumnya berkisar antara 15oC sampai dengan 40oC. Tempratur optimum dan makimum berbeda antara tiap jenis (spesies) tanaman.
Dengan adanya variasi suhu dan dan kelembaban dipermukaan suhu permukaan bumi, kita mengenal berbagai jenis tanaman sperti apel, strawberry, cherry, gandum, dan balrey memerlukan suhu dingin dan kelembaban tinggi yang tegas pada fase-fase pertumbuhannya untuk tumbuh dan berproduksin secara baik. Suhu dan kelembaban berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembanagan tanaman melalui pengruhnya terhadap prose- proses fotosintesa, respirasi, permeabilitas dinding sel, kegiatan enzim, penyerapan airdan unsur hara,transpirasi dan koagulasi protein serta aktifitas mikroorganisme trutama jamur.
B.      Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengenal alat-alat untuk mengukur kelembaban nisbi dan memahami cara kerja dari masing-masing alat tersebut.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
                Kelembaban  yaitu banyaknya kadar air yang ada di udara angka kelembaban relative dari            0-100% dimana 0% artinya udaa kering sedangkan 100% artinya udara jenuh. Keadaan  kelembaban di atas permukaan bumi berbeda-beda. Pada umumnya yang tertinggi ada di daerah khatulistiwa sedangkan yang terendah pada daerah yang terletak pada 40°. Daerah rendah ini disebut herse latitude. Curah hujan kecil (anonym,2011)
                Kelembaban udara adalah konsentrasi uap air di udara.nilai konsentrasi ini dapat dinyatakan dalam kelembaban mutlak (absolute humidity). Kelembaban spesifik (specific  humidity )atau kelembaban nisbi (relative humidity.RH ). Kelembaban spesifik adalah  perbandingan antara masa uap air dengan masa udara. (silawibawa, I putu, dkk )
                Kelembaban nisbi merupakan perbandingan antara kelembaban actual dengan kapasitas udara untuk menampung uap air. Bila kelembaban aktual dengan tekanan uap aktual maka kapasitas udara untuk menapung air tersebut merupakan tekanan uap air tersebut adalah tekanan uap jenuh sehingga kelembaban uap nisbi dapat ditulskan dalam persen. Tekanan uap jenuh tergantung oleh suhu udara, semakin tinggi suhu udara maka kappasitas untuk menampung uap air meningkat (anonym,2011).
                Beberapa prinsip yang umum digunakan dalam pengukuran udara adalah metode pertambahan panjang, berat pada benda- benda higroskopis, dan juga metode termodinamika. Alat pengukur kelembaban secara umum disebut hygrometer. Angin yang berhembus suatu waktu tertentu bukanlah hail suatu proses yang sederhana. Ahli meteorology telah lama mengetahui bahwa angin merupakan proses intraksi yang rumit dari pola angin yang umum di dunia ( Handoko, 2006 ).
                Defisit kapasitas udara menampung uap air (pada keadaan jenuh ) tergantung pada suhu udara. Defisit tekanan uap air adalah seksi antara tekanan uap air jenuh dengan uap air aktual. Pengembunan akan terjadi bila kelembaban nisbi mencapai 100% ( anonym, 2009 ).


BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
A.      Waktu dan tempat praktikum
Praktikum dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 24 november 2011, pukul 16.00-selesai. Bertempat dilaboratorium fisika dan konservasi tanah, fakultas pertanian universitas mataram. 
B.      Alat dan bahan praktikum
1.       Alat
Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu hygrometer, psikrometer sangkar, higrotermograf, thermometer,bola bsah dan thermometer bola kering.
2.       Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah kertas pias higrotermograf mini, kain muslim, dan aquades.
C.      Prosedur kerja
1.    Didengar penjelasan co.ass
2.    Diamati alat-alat yang disediakan
3.    Digambar atau dipotret alat-alat yang disediakan


BAB IV
HASIL PENGAMATAN
A.      Gambar Alat Dan Bahan Praktikum
B.      Bagian-Bagian Alat
a)      Hygrometer
Pada hygrometer, bagian nimor 1 dinamakan skala, bagian 2 dinamakan skala indicator suhu, bagian 3 dinamakan skala indicator kelembaban.
b)      Psikkrometer sangkar
Pada psikrometer sangkar, bagian 1 dinamakan thermometer bola kering, bagian 2 dinamakan termometer bola basah, bagian 3 dinamakan kain muslim, bagian 4 dinamakan tabung aquades, bagia 5 penjepit tabung aquades, bagian 6 dinamakan penjepit tabung bola kering, bagian 7 dinamakan penjepit tabung bola basah.
c)       Higtermograf
Pada higrotermograf, bagian 1 dinamakan drum arloji, bagian nomor 2 dinamakan rambut, bagian 3 dinamakan lengan pen (kelembaban), bagian 4 dinamakan lengan pen (tempratur), bagian 5 dinamakan sekrup penyesuai tempratur, bagian n6 dinamakan sekrup penyesuai kelembaban, bagiab 7 disebut penjepit kertas, bagian 8 disebut dasar alat, bagian 9 dinamakan  tangkai pengunci tutup, dan bagian nomor 10 dinamkan gir (roda).
d)      Kertas pias hygrometer mini
Pada kertas pias hygrometer mini, bgian nomor 1 dinamakan skala pengukur kelembaban, bagian nomor 2 dinamakan skala pengukur  tempratur.
C.      Fungsi dan Cara Pemasangan
a)      Hygrometer
Berfungsi untuk mengukur kelembaban dan tempratur udara. Cara pemasangan, cara penggunaan hygrometer sebagai alat ukur kelembabandan tempratur yang sangat mudah, hanya dengan meletakkan alat pad suatu daerah/tempat yang ingin diukur tempratur dan kelembaban, skala pengukuran dapat dilihat seperti jam.
b)      Psikrometer sangkar
Psikrometer sangkar berfungsi untuh mengukur kelembaban  suatu tempat. Cara pemasangan psikrometer sangkar untuk mengukur kelembaban nisbi prinsipnya sama dengan pengukur suhu udara yaitu memerlukan sangkar (rumah alat). Digunakan  dua thermometer  yaitu thermometer bola basah dan bola kering yang dibungkus kain muslim pada bagian penginderanya, dan terus menerus dibasahi aquades. Pemasangan kain pada bagian pengindera harus merata dan rapat, tetapi kain yang digunakan kain kasa, sebelum digunakan dicuci dengan aquades agar tidak berlemak. Kain muslim harus diganti seminggu sekali sesudah  pengamatan atau 30menit sebelum pengamatan. Gal ini untuk menghindari kesalahan akibat pengotoran debu, jamur, dan lumut. Agar kain muslim tetap basah dicelupkan ujungnya dalam bejana berisi aquades yang terletak tepat dibawah thermometer bola basah. Jarak dengan pengindera, dengan permukaan air antara 2 -  7 cm.
c )   Hygrotermograf
  Hygrotermograf mini berfungsi untuk mengukur kelembaban temperature udara. Cara pemasangan alat ini adalah dibuka tutup alat dengan menggeser kunci yang berada pada dasar alat, kearah kiri kemudian diangkat tutup alat secara perlahan – lahan. Dipasang gir ( roda gigi ) yang memiliki 18 buah gigi pada posisi lubang gir untuk dicatat 7 hari yang terletak dibagian bawah drym arloji. Jika alat akan dipakai 1 hari, maka dipasang gir yang memiliki 22 buah gigi. Dipasang kertas grafik pada drum arloji pada posisi datar ( horizontal ) kemudian dijepit ke 2 ujung kertas grafik tersebut dengan alat penjepit yang telah disiapkan.       

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
                  Klimatologi (disebut juga ilmu iklim) ialah ilmu yang mempelajari keadaan rata – rata cuaca yang terjadi pada suatu wilayah dalam kurun waktu yang lama. Cuaca merupakan keadaan fisik atmosfer pada suatu tempat tertentu dalam jangka waktu yang pendek. Cuaca rata – rata dengan jangka waktu yang lebih lama dikenal sebagai iklim. Klimatologi pertanian (agroklimatologi) ialah cabang dari ilmu iklim atau cuaca terapan yang mempelajari tentang hubungan antara proses –proses fisik diatmosfer (unsur-unsur cuaca) dan proses produksi pertanian. Tercakup didalamnya antara lain ;hubungan antara factor iklim dan produksi tanaman, sasaran yang hendak dicapai oleh klimatologi pertanian ialah untuk memahami dan mengkaji proses-proses yang terjadi pada perubahan lingkungan fisik disekitar organisme pertanian akibat perkembangan organisme tersebut serta dampak perubahannya bagi organisme itu sendiri.
                  Unsure-unsur cuaca yang diamati dalam klimatologi pertanian meliputi ; radiasi matahari, suhu, kelembaban nisbi udara, tekanan udara, evaporasi, curah hujan, angin dan awan. Sedangkan unsure organisme pertanian yang diamati tergantung pada tujuan penelitian pertanian seperti ; fase pertumbuhan tanaman, produksi tanaman, serangan hama, penyakit tanaman dan lain sebagainya.
                   Koordinasi dan komunikasi mengenai kegiatan klimatologi secara internasional dibawah suatu badan PBB yaitu “world meteorological organization” yang berpusat digenewa, swiss. Organisasi ini dibentuk untuk pengembangan dan keseragaman dalam penyelenggaraan pengamatan cuaca dan iklim. Seangkan koordinasi meteorology di Indonesia diatur oleh badan meteorology dan geofisika, Jakarta yang menentukan waktu pengamatan menurut waktu matahari.
                  Dalam ilmu agroklimatologi maupun ilmu yang bersifat obsevasi lainnya, kita tidak bisa hanya mempelajari buku-buku dan laporan tentang ilmu agroklimatologi yang ditulis para ahli, tetapi kita perlu juga mengadaka pengamatan dari percobaan dalam laboratorium untuk mengkaji kebenaran dan menarik kesimpulan yang telah didapat dalam percobaan. Ini merupakan syarat mutlak dalam ilmu pengetahuan yang menyangkut masalah observasi.
B.      tujuan praktikum
Adapun tujuan dari dilakukannya praktikum ini adalah sebagai berikut ; agar praktikan dapat mengenal nama – nama dari alat pengukuran kecepatan dan arah angin seperti anemometer dan alat pengukur curah hujan seperti alat penakar hujan otomatis, praktikan juga dapat mengetahui fungsi – fungsi dari alat yang dipraktikan bagaimana cara memasang semua aplikasi yang terdapat pada alat pengukuran kecepatan angin dan arah angin dan juga alat pengukur curah hujan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
                       Hujan merupakan suatu bentuk peristiwa uap air yang berasal dari awan yang ada di atmosfer. Alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan dinamakan pluviometer/penakar hujan, penakar hujan dapat dikategorikan dalam dua jenis yaitu penakar hujan jenis biasa dan otomatis. Bentuk penangkar hujan jenis biasa ini dibawah tendon terdapat keran untuk mengeluarkan air air hujan yang diukur pada gelas ukuran, keuntungan dari jenis alat ini yaitu kita dapat mengetahui kapan/jam berapa ada hujan dan berapa banyak curah hujan yang sangat penting didalam hidrometeorologi (Anonym, 2010).
                       Jenis penakar ombrometer merupakan jenis penakar yang paling banyak digunakan di stasiun klimatologi, yang terdiri dari corong (mulut penampung air hujan), yang memiliki luas sebesar 100 cm2 dengan garis tengah luarnya ialah 11,3 cm, bagian dasar dari corong ini terdiri dari pipa sempit yang menjulur kedalam tabung kolektor yang dapat diketahui bila keran dibuka kemudian air diukur dengan gelas ukur. Ada gelas ukur yang mempunyai skala khusus yaitu, langsung dapat menunjukkan jumlah curah hujan yang terjadi, tetapi apabila menggunakan gelas ukur biasa maka setiap 10 cm3 setara dengan curah hujan sebesar 1 mm. pada penakar curah hujan tipe rekaman (otomatis) ini di lengkapi dengan system perekam data yang mengukur curah hujan secara otomatis. Jumlah hujan maupun perkembangan hujan selama satu periode dapat diketahui dari grafik. Golongan penakar hujan ini sering disebut recording rain gauge atau pluvlograf atau ombrograf. Alat ini lebih lengkap dan lebih teliti karna disamping dapat mencatat jumlah curah hujan dapat pula diketahui jumlah hari hujan serta lamanya hujan dalam satu hari, karena pada kertas pias sudah tercantum jumlah dan waktu hujan (jam atau hari). Kertas pias diganti setiap seminggu sekali (Mulyono, 2006).
                       Air yang jatuh diatas permukaan tanah yang datar dianggap sama tinggi, volume air hujan pada luas permukaan tertentu dengan mudah dapat dihitung bila tingginya dapat diketahui. Maka langkah penting dalam pengukuran hujan ditujukan kearah pengukuran tinggi yang refresentatif dari hujan yang jatuh Selama jangka waktu tertentu. Wmo menganjurkan penggunaan satuan millimeter sampai ketelitian 0,2 mm, dalam bidang klimatologi pertanian dilakukan pencatatan hujan harian (jumlah curah hujan) setiap periode 24 jam dan jumlah hari hujan. Berdasarkan pengertian klimatologi, satu hari hujan adalah periode selama 24 jam terkumpul curah hujan setinggi 0,5 mm atau lebih. Apabila kurang dari ketentuan tersebut maka hari hujan dianggap nol meskipun curah hujan tetap diperhitungkan (Ariffin, 2008).
                       Angina adalah udara yang bergerak secara horizontal dari suatu wilayah yang bertekanan tinggi menuju wilayah yang bertekanan rendah. Angina muncul sebagai hasil dari pemanasan dipermukaan bumi, sehingga terjadi perbedaan tekanan udara. Adanya pemanasan di permukaan bumi mengakibatkan terjadi pemuaian massa udara dan kerapatan udara relative lebih rendah sehingga tekanan udara menjadi rendah
 (Silawibawa, 2007).
            Ada tiga hal yang penting menyangkut sifat angina yaitu ; kekuatan, arah dan kecepatan angin yang sangat dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara kekasaran permukaan. Semakin besar perbedaan tekanan udara dari suatu wilayah dengan wilayah lain maka kecepatan angina semakin besar. Demikian juga dengan kekasaran permukaan, semakin kasar permukaan yang dilewati oleh angin maka hambatan yang dialami angin semakin besar sehingga kecepatannya berkurang dan arah angina mengalami perubahan akibat adanya gerakan turbulensi (Anonym , 2010).


BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM

A.   Waktu dan tempat praktikum
Praktikum ini dilaksanakan atau dilakukan pada hari minggu, tanggal 28 november 2010, jam 11.30–12.20, di lab. fisika dan konservasi tanah fakultas pertanian universitas mataram.
B. Alat dan Bahan
Adapun Alat-alat yang dipakai dalam praktikum ini adalah sebagai berikut : anemometer, alat panah angin dan alat pengukura curah hujan / penakar curah hujan otomatis.
C. prosedur kerja
Ada tiga prosedur kerja yang kita gunakan pada praktikum klimatologi ini antara lain:
        a.  Didengar Penjelasan dari coordinator praktikum
        b.  diamati alat-alat yang digunakan dalam praktikum           
        c.  dipoto alat-alat yang diamati


BAB IV
HASIL PENGAMATAN
  1. Gambar alat-alat dan keterangannya :
B. Keterangan dari bagian-bagian alat diatas
a). Anemometer
   1. Lengan alat / paswing
   2. wing “ untuk mengukur kecepatan angin”
   3. wing“ untuk mengukur arah angin“
   4. boox /perekam atau tempat penghubung ke computer
 b). penakar curah hujan otomatis
   1. Badan alat
   2. Kabel penghubung ke komputer
   3. Mulut  alat
4. Saringan pemasukan air
C. Manfaat dan cara pemasangan alat
     a). Anemometer
                                    Berfungsi untuk mengukur kecepatan angin dan arah angin, cara pemasangan   alat ini sebagai berikut:
1. Anemometer dipasang ditempat yang tidak terhalang oleh bangunan                  maupun tumbuh-tumbuhan.
2. Peralatan dipasang vertical dengan ketinggian dari permukaan tanah yaitu sekitar 2meter dari permukaan tanah.
     b). Penakar curah hujan otomatis
                  Berfungsi untuk mengukur curah hujan di suatu daerah secara otomatis, cara pemasangan :
1. Dipilih tempat yang datar yang jauh dari pepohonan dan bangunan  bertingkat
2. Kabel yang terhubung dengan peralatan disambungkan dengan computer  husus untuk mencatat curah hujan.


BAB V
PEMBAHASAN
Dari percobaan praktikum kali ini dapat kita ketahui bahwa untuk mengukuran kecepatan angin dan arah angin kita hanya menggunakan alat anemometer. Alat ini berbentuk seperti baling – baling yang memiliki dua buah sisi dimana salah satu sisi mengukur kecepatan angin dan sisi yang lain mengukur arah angin, pada sisi baling – baling yang berfungsi dalam mengukur kecepatan angin berbentuk seperti mangkok menghadap satu arah melingkar, sehingga bila angin bertiup dari satu arah baling – baling akan berputar. Semakin kuat angin bertiup maka perputaran mangkok semakin cepat. Kecepatan angin akan dibaca oleh speedometer yang bisa juga dilihat pada computer apabila pada bagian bawah anemometer tersebut sudah dihubungkan ke perangkat computer. Anemometer harus dipasang ditempat yang bebas dari halangan dan harus mewakili suatu ketinggian tertentu dari permukaan tanah. Untuk kepentingan agroklimatologi dipasang dengan ketinggian sensor (mangkok) 2 meter diatas permukaan tanah, untuk pengukuran penguapan dipasang 0,5 meter dan untuk pengukura di tempat lapangan terbang dipasang pada ketinggian 10 meter, sedangkan untuk pengamatan kecepatan angina dapat dilakukan setiap saat seperti ; pagi pukul 07.00, siang 13.00, dan sore hari pukul 18.00.
Alat terakhir yang diamati pada praktikum ini adalah alat untuk pengukuran curah hujan, yang biasa di sebut alat penakar hujan yaitu alat yang dipakai untuk mengukur banyaknya curah hujan yang turun dalam satu hari secara otomatis, alat ini bekerja dengan system otomatis sesuai dengan namanya alat tersebut diletakkan di tanah yang datar dan bebas dari halangan baik itu halangan berupa pepohonan maupun gedung –gedung yang tidak boleh berada di sekitar alat tersebut, ini dilakukan agar terhindar dari berbagai macam resiko yang dapat mengakibatkan pengukurfan banyaknya curah hujan tidak maksimal.
Pada bidang pertanian jumlah hujan yang turun sangat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan juga terhadap jenis tanamannya. Jumlah hujan yang turun kepermukaan bumi berbeda–beda antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya karna perbedaan keadaan suhu dan awan diwilayah tersebut. Dengan mengetahui curah hujan yang turun kita dapat menentukan waktu tanam kapan akan dilakukian penanaman tanaman yang memerlukan banya air. Dengan alat pemgukuran curah hujan ini kita dapat mengetahui pada bulan saja hujan turun dengan deras. Hujan sangat bermanfaat sekali bagi kehidupan mahluk hidup yang ada dibumi tetapi alat penakar hujan otomatis juga memiliki beberapa kekurangan di antaranya ; membutuhkan biaya yang mahal dan untuk perawatannya disbanding dengan alat penakar observatorium, perawatannya lebih mudah.

BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dan pembahasan diatas maka kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa :
1.    Angin merupakan gerakan atau perpindahan massa udara dari suatu tempat ketempat yang lain baik secara horizontal maupun vertical.
2.    Curah hujan adalah jumlah air hujan yang jatuh di permukaan tanah selama periode tertentu diukur dalam satuan tinggi diatas permukaan horizontal.
3.    Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalan anemometer yang berfungsi untuk mengukur kecepatan angin, dan alat penakar curah hujan otomatis untuk mengukur curah hujan secara otomatis.
4.    Setelah melakukan praktikum ini praktikam mampu dan mengetahui alat – alat yang digunakan dalam praktikum agroklimatologi serta kegunaannya masing-masing.
5.    Praktikan dapat mengetahui alat-alat yang dipakai dalam setiap percobaan serta dapat memudahkan analisis tentang hal yang diamati.                 
B. Saran
Dalam praktikum, kita diharapkan untuk selalu memperhatikan  coordinator yang sedang menjelaskan tentang alat-alat dan cara kerja dari masing-masing alat tersebut sehinga kita dapat dengan mudah melakukan pengukuran kecepatan,arah angin  dan pengukuran curah hujan.


DAFTAR PUSTAKA


Anonym. 2011. Suhu tanah. http://www.wikipedia.com
Fahry.2010. Alat pengukur suhu. http://fahry31.blogspot.com
Kartasputra.1998. Klimatologi Pengruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman. Jakarta: Bina Aksara
Subroto.1999. Klimatologi Umum. Bandunng: ITB Bandung
Sukartono, dkk.2006. Agroklimatologi. Mataram: UPT Mataram University Press


penyususunan laporan praktikum agroklimatologi berdasarkan kumpulan hasil laporan kelompok
laporan yang digunakan diantaranya hasil dari: 
Abdulloh Haddar
Saidah Fitriani
Wahyu Wardani
kami dari Fakultas Pertania, Universitas Mataram, jurusan Budidaya Pertanian, progranm studi
Agroekoteknologi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar